Teori dan Praktek pada Kegiatan PMR

Selasa, 25 Oktober 2011

PMR adalah kegiatan yang mengajarkan tentang rasa kemanusiaan terhadap sesama secara teori dan praktek. Didalam PMR,siswa dituntut untuk bisa melakukan pertolongan pada sesama. Tidak hanya siswa didik yang dituntut untuk bisa melakukan pertolongan pada sesama tapi juga para kader PMR harus bisa menyampaikan materi dengan jelas dan tidak membuat siswa didik menjadi jenuh agar kegiatan PMR dapat berhasil.
Kegiatan PMR ini dilakukan selama 2 hari 1 malam yakni dari tanggal 22-23 Oktober 2011 di halaman sekolah MTsN Luyo, hal ini merupakan acara yang diselenggarakan untuk menguji kemampuan calon kader PMR yang baru apakah mampu untuk menjadi seorang pembimbing atau tidak serta untuk mengukur dan melatih seberapa besar daya serap siswa didik untuk menerima materi dari kader PMR. 

Fungsi Ekonomi Keluarga dalam Meningkatkan Pendidikan Anak

Jumat, 14 Oktober 2011

Pembangunan merupakan bahagian yang tidak dapat dipisahkan dari komitmen politik untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Amanah konstitusi tersebut kemudian dioperasionalkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya (GBHN, 1998). Bahkan pembangunan didefinisikan oleh Galtung (1978) sebagai “Pembangunan manusia”, yaitu sebagai “development of people in society” Dari amanah konstitusi dan Garis-Garis Besar Haluan Negara di atas, dan menghadapi dunia yang makin kompetitif akibat perlombaan negara-negara dalam mengejar ketertinggalan dan meraih sukses dan kemakmuran rakyatnya menuntut kita untuk senantiasa meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, sebab hanya dengan itu kita dapat mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Metode Dakwah dalam Mengatasi Problematika Remaja

Dalam Garis-garis Besar Haluan Negara disebutkan bahwa  hakekat pembangunan Nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Dalam pola manusia seutuhnya berarti dalam pelaksanaan pembangunan fisik hendaknya tidak terlepas dari jalur yang mengarah kepada ketinggian martabat manusia. Manusia seutuhnya berarti pula manusia  yang mencerminkan keselarasan hubungannya dengan Allah Swt, dan lingkungannnya. Manusia seutuhnya adalah manusia yang bermutu tinggi baik lahiriah maupun batiniah.

Hubungan Antara Persepsi dan Sikap Siswa Terhadap Lingkungan Fisik Sekolah dengan Prestasi Belajar Siswa

Perkembangan penduduk yang sangat cepat, juga diikuti dengan perkembangan kebutuhan penduduk itu sendiri. Utamanya kebutuhan sarana pendidikan masih banyak mendapat kendala. Sehingga dalam menyediakan sarana pendidikan banyak dilaksanakan dengan penuh kebijaksanaan yang disesuaikan atas dasar kebutuhan penduduk itu sendiri.